rss search

next page next page close

Dia

Dia

Brukk..

Suara pintu mobil yang ditutup itu otomatis membangunkan pak bayu yang sedikit tertidur.
“Malam mba..Kemana ya” sambil menyalakan argo pak bayu bertanya dengan sopan.
“Kelapa gading cluster woodland no 37 pak” sambil sedikit tersenyum.
“Siap mba” sambil melirik ke spion tengah dan mulai menjalankan taksi biru nya

Jam menunjukkan pukul 23.45 otomatis jalanan lancar sekali malam itu. Pak bayu yang sudah 7 tahun berprofesi sebagai driver taksi biru itu tentunya dengan sigap membawa penumpangnya, malam hari bukanlah suatu halangan baginya, justru waktu waktu seperti inilah yang dia suka karena jalanan jakarta yang super macet dari pagi sampai dengan sore.

Selama perjalanan pak bayu lebih banyak diam karena melihat penumpangnya tertidur dari kaca spion tengah, sekilas sempat memperhatikan juga sekilas ternyata perempuan muda keturunan tionghoa dengan menggunakan kaos merah ketat dan celana pendek. Tak terasa mobil sudah memasuki cluster woodland, “Mba, sudah sampai… kearah mana ya ?” tanya pak bayu. “Belokan pertama belok kiri terus lurus aja sampe mentok, rumahnya ada disebelah kanan pak” jawab perempuan muda itu. Ga lama mereka tiba di tujuan, “Sudah sampai mba, argonya 63 ribu semuanya”. “Tunggu ya pak, saya ambil dulu dirumah”

5 menit, 10 menit kok tidak keluar keluar mba nya dari dalem rumah … pak bayu sempat bingung juga mesti berapa lama lagi menunggu, akhirnya pak bayu masuk kerumah dan mengetuk pintunya beberapa kali. Setelah mengetuk beberapa kali dan menunggu akhirnya keluarlah seorang ibu ibu tua bertanya dengan ramah… “Malam pak, ada perlu apa ya ?” . “Malam juga bu, saya tadi nganter perempuan baju merah masuk kedalam sini, dia belum bayar argo taksi saya sebesar 63rb, tapi sudah 15 menit ditunggu kok ga keluar dari rumah inijuga ya ?”

“Silahkan masuk pak, duduk dulu didalam” sambil mempersilahkan pak bayu masuk. Lalu ibu tuan itu mengambil sebuah frame foto dan menunjukkan foto tersebut ke pak bayu. “Apakah penumpangnya wanita ini pak ?”. “Betul bu, mba nya dimana ya ? jawab pak bayu

Tiba tiba ibu tua itu menangis, pak bayu yang melihatnya bingung ….

setelah agak reda tangisnya ibu tua itu menjelaskan, “Ini adalah putri saya satu satunya, namanya evelyn.. foto ini dulu diambil waktu dia usia 17 th. Bapak adalah supir taksi ke 3 yang datang kesini dan bilang sudah mengantarkan putri saya, padahal evelyn sudah meninggal 2 tahun lalu saat kerusuhan ’98 terjadi dia diperkosa sampai tewas didalam taksi, saat itu dia pergi dari rumah menggunakan kaos merah ketat dengan celana pendek warna putih sambil air matanya menetes”.

Saat itu juga pak bayu merasa lemas tidak bisa berkata kata

=====================


next page next page close

Gerimis Terjatuh

Gerimis Terjatuh

Siang itu udara terasa begitu hangat, awan hitam menyelimuti langit tidak tampak sinar matahari yang membakar seperti biasanya. Aku hanya bisa memandang kejauhan dari dalam rumah sambil memandang dengan pikiran berkecamuk dikepala. Bagaimana ga bingung, masalah yang datang dirasa bertubi tubi datang dari semua lini. Mulai dari prilaku mas priyo yang berubah 180 derajat sampai dengan sakit yang sering melanda diriku.

Mas Priyo adalah laki laki yang aku nikahi 4 tahun lalu, 1 tahun pertama kami lalui dengan bahagia banyak canda dan tawa yang menghiasi hari hari kami, banyak hal yang kami lalui bersama mulai dari travelling, nonton film dll, diantara itu semua favorit kami adalah bersama sama menonton gerimis turun hingga menjadi hujan. Susana seperti itu selalu membuat kami merasa nyaman ditambah lagi aroma tanah yang terhirup bikin hati dan pikiran ini merasa tenang ditambah lagi ditemani dengan teh hangat beserta kudapan kecil. Tapi itu semua berubah ketika usia pernikahan kami menginjak tahun ketiga,hampir setiap hari ada pertengkaran mulai dari hal hal kecil hingga jadi besar sampai hari ini kami lebih banyak diam, rutinitas suami istri terasa hambar karena setiap kata yang diucapkan berpotensi menimbulkan keributan….

3 hari yang lalu vonis itu datang, vonis dokter yang mengatakan aku mengalami kanker otak stadium 5 dan sisa hidupku tidak lama lagi. Hatiku hancur remuk redam, dunia serasa gelap setelah mendengar vonis dari dokter itu. Selama 1 hari penuh aku tidak keluar kamar hanya bisa menangis sedih memikirkan nasibku. Bagaimana ini bisa terjadi padaku, apa salah dan dosaku selama ini ? masih banyak kok orang lain yang melakukan dosa lebih banyak dariku dan mereka hidupnya bahagia saja. Kenapa … kenapa harus aku …. dan akupun tertidur

Sayup sayup terdengar suara azan subuh, entah kenapa aku langsung bangun dan ingin sekali sholat subuh. Suatu hal yang sangat jarang aku kerjakan bahkan sudah lama aku tinggalkan. Ada hal yang aneh menusuk kalbu ketika pertama kali mengambil wudhu, airnya terasa sejuk tidak dingin tidak panas, padahal biasanya udara pagi itu selalu membuatku menggigil tapi kali ini tidak. Akupun menggelar sajadah dikamar dan mulai sholat subu, sepanjang sholat aku berusaha menahan agar air mata ini tidak keluar, setelah selesai sholat aku tak kuasa lagi menahannya, akupun menangis menjadi jadi. Mas priyo sampai terbangun dan anehnya aku merasakan kehangatan lagi ketika dia menanyakan keadaanku dengan lembut. Aku melihat sosok laki laki yang aku sayangi di awal awal pernikahan kami lembut,perhatian dan penuh kasih sayang.

Setelah aku ceritakan semua kisahku kamipun menangis bersama pagi itu hanya kami isi dengan tangis. Mas priyo pun bercerita bahwa sebenarnya perubahan sikap yang dialami adalah karena tuntutan pekerjaan. Manajemen baru 3 tahun terakhir ini sangat banyak tekanan dan tuntutan yang harus tercapai mau ga mau harus merubah kinerja masing masing personal, terlebih lagi mas priyo memiliki jabatan yang cukup tinggi diperusahaan hingga tekanan dari atas langsung ke dirinya. Salahnya adalah tekanan itu turut mempengaruhi kehidupan pribadi mas priyo dibawa sampai kerumah hingga berpengaruh ke rumah tangga. Mas priyo juga bercerita kemarin mendengar ceramah dari seorang ustadz tentang bahaya riba, entah mengapa tiba tiba ceramah itu terngiang ngiang terus ditelinga mas priyo, seharian dia hanya memikirkan masalah itu saja. Memang mas priyo menjabat sebagai direktur di salah satu bank swasta ternama di negeri ini.

Tiba tiba dari hidungku keluar darah , mas priyo dengan sigap memelukku, “hari ini aku berhenti kerja dik, aku akan mengurusmu maafkan aku yang telah lalai selama ini”. Aku pun mengangguk tersenyum bahagia hatiku terasa sangat lega tapi badanku terasa sangat lemas akupun sangat mengantuk hingga tiba tiba dunia terasa gelap ….

Bandung, 11 Oktober 2018

O.S


next page next page close

Sebuah Corat Coret

Selamat datang di web blue.web.id

Web ini dikhususkan untuk siapapun yang ingin menulis cerpen, puisi ataupun tulisan yang bisa dipertanggung jawabkan penulis dan bebas dari copyright.

Untuk mengirimkan tulisan bisa E-mail ke : gmail@blue.web.id

Terima Kasih

O.S


Dia

Brukk.. Suara pintu mobil yang ditutup itu otomatis membangunkan pak bayu yang sedikit...
article post

Gerimis Terjatuh

Siang itu udara terasa begitu hangat, awan hitam menyelimuti langit tidak tampak sinar...
article post

Sebuah Corat Coret

Selamat datang di web blue.web.id Web ini dikhususkan untuk siapapun yang ingin menulis...
article post